AKU DAN DIARYKU
Karangan: Handika
Aku dan diariku sudah berteman sejak aku duduk dikelas 1 smp. Sukaku, dukaku maupun
kekesalanku aku tumpahkan di pena dan kutulis dalam sebuah buku diary kecil kesayanganku.
Sampai pada saat itu aku pulang sekolah aku
ingin menulis sesuatu tentang keceriaanku di sekolah tanggal 14 Maret 2014
tersebut, namun sayangnya kunci diary kecilku hilang. Aku resah aku merasa
kayak kehilangan suatu benda kesayanganku yang kuanggap sebagai sahabat sejatiku
sendiri.
10 haripun terlewati buku diary kutak kunjung
kudapatkan.Aku menuduh semua orang yang pernah membersihkan kamarku sampai pada
akhirnya temanku mempunyai ide dia menyuruhku untukmembeli diary baru tetapi aku
malah marah aku menganggap diary yang aku punya berbeda dengan diary yang lain.
“mendingan kamu beli diary kecil
yang baru lagi daripada kamu terus menerus memikirkan diary kamu yang kuncinya sudah
hilang, percuma kamu juga tidak mungkin mendapatkannya lagi” kata temanku.
“boro-boro mau beli diary baru keceriaanku bahkan semua isi hatiku sudah aku
tuangkan dibuku diaryku itu” ujarku.
“kamu harus berusaha untuk menggantinya, aku juga punya diary yang masih kosong
walaupun agak tipis yah setidaknya bisa digunakan. Kalau kamu mau” kata temanku
yang menawarkan diary nya.
Akupun berfikir untuk
menyimpan diaryku di dalam sebuah kardus kecil yang berisi buku-buku bekasku. Aku
pun bergegas ke rumah teman ku untuk meminta buku diary yang dia bilang tadi. Namun
sayangnya keceriaanku dengan buku diary baruku tidak seperti pada saat aku menulis
di diary lamaku.
Lembaran pertama
aku buka, aku ingin menulis tentang diary lamaku yang sudah menemaniku selama 6
bulan, sampai pada saat itu aku teringat akan kotak kecil tempat ku sering menyimpan
benda-benda yang sudah tidak aku pakai, aku mencari kotak kecil itu hingga akupun
melihat kunci diary kecilku terselip dalam sobekan kertas. Betapa senangnya hatiku
ketika aku melihat kunci diary lamaku sudah aku dapatkan. Akupun pergi untuk mengambil
diary lamaku dan segera membukanya, untuk menulis betapa aku sangat merasa kehilangan
semenjak diaryku tak kutulisi.

Tidak ada komentar: